Showing posts with label dari redaksi. Show all posts
Showing posts with label dari redaksi. Show all posts

Sunday, December 13, 2015

Berpetualang, Membebaskan Pikiran

Selamat datang, selamat berjumpa!

Saat ini kita sudah berada di pertengahan bulan Desember. Sebentar lagi, kita akan melangkah menuju tahun yang baru. Pastinya, kita semua sudah mengalami banyak hal tahun ini, yang menarik atau tidak, yang lucu atau garing, yang konyol, yang sedih, dan yang senang. Bagi beberapa orang, tahun ini terisi dengan hal-hal yang berkesan, dan bagi sebagian yang lain tidak. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri langkah menuju awal yang baru selalu memberikan suntikan energi bagi kita.

"After all, to the well organized mind, death is but a next great adventure."
(Albus Dumbledore, Harry Potter and the Sorceress Stone, oleh J.K. Rowling)

sumber: http://www.clker.com/
Masih ingatkah para pembaca dengan tokoh Albus Dumbledore dari novel Harry Potter and the Sorceress Stone oleh J.K. Rowling? Ia mengatakan bahwa kematian hanyalah petualangan besar berikutnya.

Jika kita memaknai kembali kata kematian sebagai akhir, maka dengan sudut pandang tertentu, akhir adalah hal yang semu. Tidak ada akhir, yang ada hanyalah petualangan menuju sesuatu yang baru, dan pada setiap petualangan selalu ada ide-ide baru yang bermunculan.

Terinspirasi dari ide inilah Media Beranda kali ini akan mengangkat tema bebas untuk mengantar cerita baru di tahun berikutnya.

Selamat berdialog, mari membebaskan pikiran kita!

Friday, December 11, 2015

Siapa Ibu?

Selamat berjumpa!

Bulan Desember adalah bulan istimewa yang menandai banyak hal. Bulan Desember menandai akhir tahun untuk menuju tahun berikutnya. Bagi umat kristiani, Desember menjadi kelahiran Yesus, Putra Allah yang turun ke dunia. Namun, selain dua perayaan besar ini, kita juga tidak boleh lupa bahwa pada tanggal 22 Desember kita juga merayakan Hari Ibu. Inilah cerita berikutnya di Media Beranda.

Di berbagai negara, Hari Ibu selalu diperingati, meski dengan tanggal yang berbeda-beda. Sejumlah negara merayakannya pada minggu kedua bulan Mei. Ada yang merayakannya pada bulan Februari, Juni, atau Oktober. Hari ini dirayakan dengan memberi hadiah istimewa bagi sang ibu, entah itu ungkapan sayang, kesempatan berlibur (bagi ibu), dan sebgainya. Pada hari ini, ibu adalah sang ratu.

Mengapa Hari Ibu dirayakan? Siapa Ibu?

Ibu adalah sosok yang melambangkan kehidupan. Ibu sebagai sosok dalam keluarga adalah orang yang membawa kehidupan dan melahirkan kehidupan itu. Ibu jugalah yang banyak mendukung keluarga dalam hal rumah tangga. Ada pula para ibu yang turut berkarier untuk keluarganya.

Sosok ibu banyak tercermin dalam berbagai prosa rakyat di Nusantara. Ibu adalah "rumah" bagi Sangkuriang. Ibu memberi bekal bagi Timun Mas untuk lolos dari kejaran raksasa. Ibu adalah sosok yang selalu ingat pada Malin Kundang meski sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

Dalam ranah bahasa, kita mengenal banyak istilah seperti bahasa ibu dan ibu pertiwi. Bahasa ibu (atau mother language dalam bahasa Inggris) disebut demikian karena bahasa pertama yang dipelajari seoarng anak adalah bahasa ibunya. Sementara itu, dalam konteks yang lebih luas, ibu pertiwi melambangkan tanah air Indonesia. Masyarakat Indonesia yang lahir dan besar di Indonesia menganggap bahwa Indonesia adalah "ibu".

Banyak hal menarik yang bisa diangkat dari seorang ibu. Mari berdialog!

(GMP)

Wednesday, October 21, 2015

(Tidak) Satu Bahasa Kita

Selamat berjumpa, salam bahasa!

Pada waktu yang lalu, kita sudah mencoba untuk berdialog melalui "makanan". Sekarang, mari kita mencoba berdialog melalui "bahasa".

Seperti kita semua ketahui, bulan ini kita merayakan bahasa. Delapan puluh tujuh tahun yang lalu, tepatnya pada 28 Oktober 1928, para pemuda-pemudi Indonesia berkumpul untuk menegaskan Indonesia sebagai satu bangsa dan satu tanah air. Selain itu, mereka pun mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan mereka. Maka, Indonesia yang pada waktu itu terpecah-belah dari berbagai daerah pun menjadi satu karena bahasa Indonesia.

Betapa pentingnya bahasa Indonesia ya? Memiliki bahasa persatuan seperti memiliki identitas. Kita bisa berdialog dengan suku lain di luar tempat tinggal kita "hanya" karena adanya bahasa Indonesia. Bahasa itu terus berkembang dan perlu "dirawat" agar tidak pudar. Ironisnya, saat ini begitu banyak penggunaan bahasa asing yang menyerbu dan bahkan dianggap lebih "gaul" dan lebih "keren" dibandingkan bahasa Indonesia. Tidak lupa juga dengan bahasa-bahasa daerah di bumi Nusantara yang jumlahnya ribuan. Para pemerhati bahasa pun berupaya agar bahasa-bahasa itu tidak tergeser dari kehidupan masyarakat penggunanya.  

Kali ini, tim Beranda akan membuka percakapan melalui isu-isu ini. Mari berdialog, selamat berdialog!

GMP

Monday, October 5, 2015

Yang Sederhana dan Bersama

Angkringan

Jahe hangat, tanpa atau tambah susu.
Wedang tape, hangat atau es.
Tempe, tahu, bakwan.
Sate jeroan, sate telur puyuh
disantap bersama sebungkus nasi kucing.
Atau bisa jadi hanya semangkuk mi rebus rasa ayam bawang.

Sederhana, enak, dan guyub (rukun). Itulah angkringan. Pernah mendengar tentang angkringan? Angkringan adalah pedagang kaki lima yang menjajakan makanan-makanan "kecil tapi berat" di malam hari. Bagi masyarakat Jawa, hal ini bukanlah hal yang asing. Setiap kali bersantap di angkringan, saya selalu teringat sebuah kutipan dari sebuah cerita yang pernah saya baca:

"Makanan yang enak bukan cuma soal rasa, tapi juga soal di mana dan bersama siapa kamu memamakannya." 
(Kitchen Princess oleh Natsumi Ando, volume 3)

Kutipan itu seperti menjadi sesuatu yang tercermin di angkringan. Di sana, Anda bisa bertemu bersama siapa saja, mulai dari penduduk setempat, mahasiswa rantau dari berbagai daerah, atau juga orang-orang lain yang tidak Anda kenal. Meski demikian, Anda bisa bercanda dengan orang-orang di sana, meskipun Anda tidak kenal siapa mereka.

Pembicaraan Pertama Di Meja Makan
Pernahkah Anda duduk di meja makan bersama keluarga, dan mengomentari "masakan ini enak!"? Topik makanan selalu jadi senjata ampuh ketika berada di meja makan.

Tema kiriman-kiriman pertama kami adalah makanan. Sama seperti halnya makanan selalu menjadi topik pembicaraan pertama dengan orang-orang di sekitar Anda, kami berharap kiriman-kiriman pertama kami bisa menjadi awal pembicaraan dengan pembaca.

Salam Cerita!
GMP