Monday, December 14, 2015

Mencari Udara Sejuk dan Segar di Kulonprogo



Saat ini, Yogyakarta adalah tempat destinasi wisata Indonesia kedua setelah Bali. Banyak wisatawan domestik dan mancanegara datang menikmati keindahannya. Konon, setiap wisatawan yang pernah datang ke Yogyakarta pasti ingin kembali lagi.

Di Yogyakarta, para wisatawan biasanya menikmati panorama eksotis, seperti dari situs sejarah, pantai, dan air terjun. Di Yogyakarta banyak pantai indah untuk dikunjungi. Misalnya pantai di daerah Gunung Kidul. Pantai ini menawarkan hamparan batu karang, pasir putih, dan pohon rindang yang sejuk. Daerah Kulon Progo pun tak kalah menarik. Misalnya saja Kebun Teh Nglinggo di Desa Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh.

Sumber: http://1.bp.blogspot.com
Udara Kebun Teh Nglinggo segar dan sejuk. Sedikit orang mengetahui kebun teh ini. Banyak yang tidak percaya di sana ada kebun teh yang indah. Namun, kebun teh ini ada, dan Anda dapat mengunjunginya sekali-kali jika masih merasa penasaran.

Walaupun tak seluas kebun teh di puncak, kebun teh ini tidak kalah indah. Di sana, Anda akan disajikan hamparan pohon teh sepanjang mata memandang. Saking luasnya, Anda akan tergoda untuk memetik sepucuk daunnya dan berfoto. Apalagi embun dan kabut yang menyelimutinya membuat Anda seperti di surga. Di lokasi tersebut juga teradapat bukit yang tidak terlalu jauh dan tinggi. Dari sana, Anda bisa melihat luasnya Kebun Teh Nglinggo.

Setelahnya, Anda bisa memanjakan mata dengan berkunjung ke Grojogan Watu Jonggol. Lokasinya juga di Dusun Nglinggo, tak jauh dari kebun teh tersebut. Ada jalan setapak untuk menuju ke sana. Bila sudah sampai di lokasi, ada air terjun yang jernih serta pepohonan hijau yang sejuk

Dengan biaya terjangkau, Anda bisa menikmatinya sambil berfoto-foto. Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi?

MSN

Sunday, December 13, 2015

Ke Mana Waktu? Aku Ingin Bermain!

sumber: http://www.lynnegolodner.com
Di tengah-tengah kesibukan dan terjangan kekejaman dunia, pernahkah Anda terpikir "Aku ingin Bermain!"? Mungkin ya, mungkin tidak. Tetapi, sebagian dari kita demikian.

Mari kita merenungkan perjalanan hidup kita sejenak.

Sewaktu masih kanak-kanak, kita bebas bermimpi. Menjadi polisi, pilot, dokter, penulis, atau bahkan menjadi superman. Jari-jari tangan menjadi pistol, sapu menjadi gitar, garpu menjadi pedang. Menjadi siapapun dan menjadi apapun.

Kemudian, seiring berjalannya waktu kita beranjak dewasa. Hidup kita semakin dinamis dan kompleks. Kita mulai mengenal sedikit demi sedikit kerasnya dunia dan mengahadapinya. Beberapa dari kita tetap memegang mimpi masa kecil kita. Beberapa yang lain berusaha untuk mempertahankannya namun gagal. Beberapa yang lain melupakannya sama sekali. Yang pasti, kita semakin sibuk dan tenggelam dalam rutinitas.

Di tengah-tengah kesibukan itulah kita kemudian bertanya-tanya, "Ke mana waktu?" Seakan-akan waktu selalu bermain sendiri, sampai-sampai kita tidak punya waktu untuk melakukan hal yan lain. "Aku ingin bermain!" seru kita. Tetapi, tidak ada waktu. Kita tidak bisa menikmati diri kita sendiri.

Nah, di titik inilah kita perlu menyadari bahwa waktu selalu ada bersama kita. Pertanyaannya: apakah "waktu yang pergi dari kita" atau "kita yang pergi dari waktu"?

Bagaimanapun manusia harus bertambah dewasa. Ia menjadi kuat dengan melewati berbagai rintangan dan kerasnya dunia. Maka, kesibukan dan kejenuhan yang kita alami adalah bagian dari proses kehiduan kita. Tetapi, saya pikir kita perlu menikmatinya agar hidup kita tetap berwarna. Bukankah begitu?

GMP

I Love You, Mom

Aku tak tau apa yang harus kulakukan tanpa dia.
Dia yang kini selalu aku banggakan
Dia yang selalu mengerti aku
Dia yang tak pernah letih menasihatku
Dia yang selalu menopangku hingga besar, dan
Dia yang selalu membimbing, dan mengajariku hingga aku bisa.
Dialah ibu
Orang yang selalu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa dia aku bukanlah apa-apa
Aku hanya seorang manusia lemah yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dan kasih sayang dari seorang ibu
Kekuatan yang lebh dari apapun
Ibu..
Engkau sangat berharga bagiku
Walaupun engkau selalu memarahiku
Tapi..
Aku tau semua itu kau lakukan, karena bentuk perhatian dan kasih sayangmu
Itu semua menandakan kau peduli terhadap anakmu.
Thanks mom..
Atas apa yang telah kauberikan padaku
Aku akan selalu menyayangimu

MSN

Gatot, Si Hitam Kenyal Asal Gunungkidul



sumber: http://yogyakarta.panduanwisata.id

Gatot adalah makanan khas dari Gunungkidul. Makanan ini terbuat dari gaplek (ketela/singkong yang dikeringkan). Untuk membuat gatot berkualitas, bukan sembarang gaplek yang digunakan. Para pedagang menggunakan gaplek yang dihujan-hujankan agar mendapatkan warna hitam khas gatot.

Cara membuatnya sangat sederhana. Gatot yang kering direndam semalam. Selanjutnya, gaplek dicuci bersih, dipotong kecil-kecil , lalu dikukus sekitar dua jam. Setelah matang, gatot ditempatkan di wadah lebar agar cepat dingin. Untuk menghidangkannya, gatot ditabur dengan parutan kelapa ditambah sedikit gula dan garam.

Perpaduan kekenyalan, rasa manis, dan asinnya menjadi  daya tarik tersendiri. Bagi yang pernah berkunjung ke Gunungkidul, kuliner ini dapat menjadi pelipur lara saat Anda merindukan daerah yang terletak sebelah tenggara Kota Jogja ini. 

LR

Impotensi Membaca Remaja Indonesia



Membaca merupakan pintu gerbang ilmu. Membaca sangat penting bagi semua orang karena dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Namun, kegiatan membaca belum rutin dilakukan oleh remaja sekarang ini.

Belakangan ini, remaja hanya membaca buku saat mengerjakan tugas. Fenomena seperti ini terjadi saat mahasiswa sedang mengerjakan skripsi.

Berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak di bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara lainnya di Asia. Indonesia tampaknya harus belajar banyak dari negara-negara maju agar memiliki tradisi membaca yang tinggi. Negara-negara seperti Jepang, Amerika, dan Jerman telah menjadikan buku sebagai sahabat yang menemani mereka kemana pun mereka pergi. 

LR

Gudeg, Makanan Khas Yogyakarta



http://www.kuliner123.com

Yogyakarta terkenal dengan panorama alamnya yang sangat indah. Selain itu, Yogyakarta menyimpan banyak makanan khas daerah. Salah satunya adalah gudeg.

Gudeg menjadi makanan populer dan kesukaan semua lapisan masyarakat Yogyakarta. Banyak rumah makan  dan warung di Yogyarta yang menyajikan makanan ini.

Gudeg adalah makanan yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan sampai coklat dan rasanya manis. Butuh banyak waktu untuk memasak gudeg. Gudeg biasa disajikan dengan nasi putih, daging ayam, telur, tahu, dan sambal krecek.

LR